Tinjauan Yuridis Terhadap Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika Golongan I Bagi Diri Sendiri (Studi Kasus Putusan Nomor 412/Pid.Sus/2024/PN.Mjk)
DOI:
https://doi.org/10.35896/707cfq72Keywords:
narcotics, criminal acts, drug abuse, judge's considerations.Abstract
Drug abuse is a serious legal and social problem in Indonesia. The distribution and consumption of narcotics not only impact public health but also have complex legal implications in the criminal justice system. This study aims to analyze the application of substantive criminal law to the crime of drug abuse class I for oneself and examine the judge's considerations in handing down a verdict in case Number 412/Pid.Sus/2024/PN.Mjk. The research method used is normative legal research with a statutory approach and a case approach. The data used consists of primary data in the form of court decisions and secondary data in the form of laws and regulations, legal literature, and scientific journals. The results of the study indicate that the application of criminal law to drug abuse for oneself still generates debate between a repressive approach through punishment and a rehabilitative approach. In the decisions analyzed, the judges considered juridical, sociological, and philosophical aspects in handing down a verdict against the defendant. This study concludes that the criminal justice system should prioritize a rehabilitation approach for drug abusers who are proven to be victims of dependence in accordance with the provisions of Law Number 35 of 2009 concerning Narcotics.
References
Arief, B. N. (2018). Bunga rampai kebijakan hukum pidana. Kencana.
Arief, B. N. (2011). Masalah penegakan hukum dan kebijakan hukum pidana dalam penanggulangan kejahatan. Kencana.
Badan Narkotika Nasional. (2021). Laporan tahunan BNN 2021. BNN RI.
Badan Narkotika Nasional. (2022). Indonesia drugs report 2022. BNN RI.
Chazawi, A. (2016). Pelajaran hukum pidana bagian 1. RajaGrafindo Persada.
Hamzah, A. (2017). Hukum acara pidana Indonesia. Sinar Grafika.
Lamintang, P. A. F. (2014). Dasar-dasar hukum pidana Indonesia. Citra Aditya Bakti.
Marlina. (2011). Peradilan pidana anak di Indonesia: Pengembangan konsep diversi dan restorative justice. Refika Aditama.
Moeljatno. (2015). Asas-asas hukum pidana. Rineka Cipta.
Muladi, & Arief, B. N. (2010). Teori-teori dan kebijakan pidana. Alumni.
Prasetyo, T. (2015). Hukum pidana. Rajawali Pers.
Rahardjo, S. (2009). Penegakan hukum: Suatu tinjauan sosiologis. Genta Publishing.
Saleh, R. (2010). Perbuatan pidana dan pertanggungjawaban pidana. Aksara Baru.
Soekanto, S. (2014). Faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan hukum. RajaGrafindo Persada.
Sudarto. (2018). Hukum pidana dan perkembangan masyarakat. Sinar Baru.
Suteki, & Taufani. (2018). Metodologi penelitian hukum (filsafat, teori dan praktik). RajaGrafindo Persada.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
United Nations Office on Drugs and Crime. (2023). World drug report 2023. UNODC.
Weda, M. D. (2016). Kriminologi. Sinar Grafika.
Yusuf, M. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan penelitian gabungan. Kencana.
Huda, C. (2006). Dari tiada pidana tanpa kesalahan menuju kepada tiada pertanggungjawaban pidana tanpa kesalahan. Kencana.
Ali, Z. (2016). Metode penelitian hukum. Sinar Grafika.
Ibrahim, J. (2006). Teori dan metodologi penelitian hukum normatif. Bayumedia.
